BULELENG — Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026 di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Rakercab diikuti oleh jajaran pengurus kwartir cabang, badan kelengkapan, kwartir ranting se-Buleleng, Dewan Kerja Cabang (DKC), hingga Dewan Kerja Ranting (DKR). Forum ini juga mengusung tema penguatan peran Pramuka dalam mendukung ketahanan pangan menuju Indonesia Emas.
Ketua panitia, Kak Dewa Made Susastra Ginata, dalam laporannya menegaskan bahwa Rakercab merupakan ruang penting untuk melakukan evaluasi program kerja sebelumnya sekaligus menyusun strategi yang lebih adaptif dan solutif. Pembahasan Rakercab dibagi ke dalam empat komisi yang mencakup aspek kebijakan strategis, pembinaan anggota, pengembangan organisasi, hingga pengabdian masyarakat dan kehumasan.
Sementara itu, Wakil Ketua Kwartir Daerah Bali Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara, dan Lingkungan Hidup, Kak I Gede Agus Arjawa Tangkas, menekankan pentingnya transformasi organisasi agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Kita di Pramuka ini hampir setiap hari berinteraksi melalui berbagai platform digital, seperti pertemuan daring dan grup komunikasi. Demi menjaga eksistensi organisasi dan tetap relevan di kalangan generasi muda, kita harus beradaptasi dengan perkembangan digital,” ujarnya mewakili Ketua Kwartir Daerah Bali
Beliau menambahkan bahwa arah program kepramukaan ke depan perlu mengedepankan prinsip adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap berbagai tantangan. Menurutnya, isu lingkungan seperti persoalan sampah di Bali perlu menjadi perhatian serius Gerakan Pramuka.
Selain itu, Kak Arjawa Tangkas juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas anggota dalam keterlibatan pada penanganan bencana.
“Untuk terjun ke lokasi bencana diperlukan keterampilan khusus. Tidak cukup hanya dengan tenaga dan semangat, tetapi juga harus dibekali pengetahuan serta teknik evakuasi yang memadai,” tegasnya.
Di sisi lain, dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan oleh Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi Pribadi, disampaikan bahwa Rakercab merupakan forum demokratis yang memiliki peran penting dalam siklus organisasi.
Ia menyebut Rakercab sebagai wadah untuk mensosialisasikan program kerja tahun 2026, sekaligus merancang program kerja tahun 2027 serta melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap forum ini mampu menghasilkan program yang terukur, sistematis, dan menjangkau lebih luas anggota Pramuka.
Melalui Rakercab Buleleng 2026, Gerakan Pramuka diharapkan semakin mampu menghadirkan program yang inovatif, relevan dengan perkembangan zaman, serta berkontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang cakap menuju Indonesia Emas 2045.
Salam Pramuka!












