BANGLI – Seluruh rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Tahun 2026 resmi berakhir. Ketua Kwarda Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Kak Cok Ace), menutup secara resmi agenda strategis tersebut di Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama (MSM), Bangli, Sabtu (28/3/2026).
Dalam sambutan penutupnya, Kak Cok Ace mengapresiasi dinamika produktif yang terjadi selama persidangan, mulai dari Kelompok A hingga Kelompok D. Ia menilai perdebatan ide dan masukan kritis dari para peserta menunjukkan rasa memiliki yang tinggi terhadap kemajuan Pramuka di Pulau Dewata.
Kak Cok Ace menegaskan bahwa hasil Rakerda tidak boleh berhenti di atas kertas sebagai naskah keputusan semata. Ia memberikan tiga instruksi utama bagi seluruh jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Bali:
Sinkronisasi Segera: Hasil Rakerda wajib segera disosialisasikan hingga tingkat Gugus Depan. Pembina di lapangan harus memahami arah kebijakan Pramuka Bali di tahun 2026.
Implementasi Program & Digitalisasi: Program unggulan, terutama pengabdian masyarakat dan penguatan digitalisasi melalui Pusdatin, harus segera dieksekusi dengan semangat gotong royong.
Dampak Lingkungan: Aksi penanaman pohon yang dilakukan di lingkungan RS MSM Bangli menjadi simbol bahwa setiap kegiatan Pramuka wajib membawa manfaat bagi alam.
Secara khusus, Kak Cok Ace menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan Direksi RS Manah Shanti Mahottama atas fasilitas yang mendukung kelancaran persidangan.
“Bangli telah memberikan kenangan dan inspirasi luar biasa. Saya titipkan salam hangat untuk keluarga besar Pramuka di masing-masing Kwarcab. Teruslah bersemangat membina karakter adik-adik kita,” ujar tokoh puri yang juga akademisi tersebut sebelum mengetuk palu penutupan.
Dengan berakhirnya Rakerda ini, Kwarda Bali kini bersiap tancap gas menjalankan resolusi-resolusi yang telah disepakati demi kemajuan organisasi dan bakti kepada negeri.
Pewarta : Kak Rudianto – Kwarda Bali









